Selasa, 03 November 2020

Tips Menghilangkan Bekas Luka dengan Bahan Alami

Bekas luka sendiri sebenarnya dapat dihilangkan secara cepat dengan mengunjungi dokter spesialis kulit. Namun, sebelum mengunjungi dokter spesialis kulit, ada baiknya jika mencoba bahan alami penghilang bekas luka berikut ini.


1. Jeruk Nipis

Jeruk nipis efektif untuk menghilangkan bekas luka di kulit. Hal tersebut terjadi karena adanya kandungan Alpha Hydroxy Acids (AHA) dalam jeruk nipis yang mampu mengangkat sel kulit mati, mempercepat proses regenerasi kulit, dan mengembalikan elastisitas kulit.

Jangan lupa untuk menggunakan tabir surya setiap kali bepergian, karena bahan alami ini akan membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap cahaya matahari.


2. Madu

Selain dapat digunakan sebagai pelembap kulit, madu juga efektif jika digunakan sebagai bahan alami penghilang bekas luka. Madu mengandung bahan-bahan yang dapat membantu kulit mempercepat proses regenerasi sel-sel di dalamnya.


3. Lidah Buaya

Sifat antiinflamasi pada lidah buaya dapat membantu mengurangi iritasi kulit dan membantu mengangkat sel-sel kulit mati pada bekas luka. Lidah buaya juga dapat mengurangi pembengkakan, membantu memperbaiki kerusakan kulit, serta meregenerasi kulit. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, lakukan cara ini di pagi hari setelah bangun tidur dan malam hari sebelum tidur.


4. Timun

Bahan alami yang satu ini cocok digunakan seseorang yang memiliki kulit sensitif. Bukan hanya membantu menghilangkan bekas luka, timun dapat digunakan sebagai bahan pencerah dan mengenyalkan kulit wajah.


5. Minyak Zaitun

Minyak zaitun kaya akan vitamin K dan vitamin E yang baik untuk kulit. Selain kedua vitamin tersebut, minyak zaitun mengandung antioksidan dan asam yang tinggi yang efektif dalam menghilangkan bekas luka.


6. Teh Hijau

Kandungan Epigallocatechin Gallate (EGCG) atau katekin pada teh hijau, yaitu zat yang bersifat antioksidan, antibakteri sekaligus antiinflamasi terbukti dapat mengatasi berbagai permasalahan kulit.


Sumber :

https://www.halodoc.com/artikel/hilangkan-bekas-luka-dengan-7-cara-alami-ini

Sabtu, 24 Oktober 2020

Manfaat Serai untuk Kesehatan Tubuh

 1. Meringankan Insomnia

Teh serai dan minyak serai efektif dalam menenangkan saraf. Keduanya dapat mempermudah tidur sekaligus meningkatkan kualitas tidur. Tak ada salahnya meminum segelas teh serai yang ditambahkan beberapa tetes minyak esensial serai sebelum tidur agar tidur lebih nyenyak.


2. Meningkatkan Imunitas

Serai memiliki kemampuan untuk membantu proses penyembuhan pada saluran pernapasan, jantung hingga anemia. Serai juga dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Serai bekerja menenangkan sitokin dengan cara menurunkan inflamasi.


3. Meringankan Gejala Diabetes

Serai dapat memberi manfaat bagi penderita diabetes tipe 2. Bagi penderita diabetes tipe 2, serai dapat meringankan gejala sekaligus membantu mengendalikan kadar gula darah. Hal ini terjadi karena serai memiliki kandungan citral yang sangat efektif dalam menjaga kadar insulin yang tepat di dalam darah.


4. Detoks

Seperti tanaman herbal lain, serai bermanfaat dalam mendorong proses detoksifikasi tubuh. Serai memiliki sifat diuretik yang mengeliminasi toksin di dalam tubuh melalui pembuangan urin. Hal ini dapat memabtu menjaga organ hati terbebas dari toksin.


5. Perawatan Kulit

Serai memiliki sifat antiseptik sekaligus astringen yang bermanfaat dalam merawat masalah kulit seperti jerawat. Keduanya juga dapat mencegah terjadinya kekambuhan jerawat di masa mendatang. Bila ingin menggunakan minyak serai untuk mengatasi jerawat, sebaiknya cairkan terlebih dahulu minyak serai tersebut agar konsentrasinya tidak begitu pekat.


Sumber :

https://republika.co.id/berita/pmqha8328/ketahui-5-manfaat-menyehatkan-dari-serai


Sabtu, 17 Oktober 2020

Bahaya Menurunkan Masker ke Dagu

 Memakai masker di saat pandemi seperti ini merupakan hal yang wajib. Tapi tahukah kalian ? Masih banyak orang - orang yang keliru dalam memakai masker. Seperti menurunkan masker sampai ke dagu atau ke leher termasuk saat makan. Berikut bahaya apabila merunkan masker ke dagu.


Saat memakai masker, mulut dan hidung akan menyentuh bagian dalam masker secara langsung. Jika masker tersebut diturunkan ke dagu atau leher maka akan terkontaminasi bakteri atau virus yang menempel di area tersebut. Sehingga meningkatkan risiko terkena bakteri atau virus.


Cara Melepas Masker Yang Benar


1. Cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

2. Hindari menyentuh bagian depan masker. Hanya sentuh bagian karet atau tali masker

3. Jika menggunakan masker earloop pegang kedua karet lalu lepaskan.

4. Jika memakai masker bertali lepaskan tali yang atas kemudian baru tali yang bawah.

5. Jika ingin menggunakan kembali, simpan masker ke dalam plasti ziplock yang bersih.


Sumber :

https://www.sehatq.com/artikel/hindari-menurunkan-masker-di-dagu-hingga-leher-saat-makan-mengapa

Sabtu, 10 Oktober 2020

Manfaat Kumur Dengan Air Garam

 

1. Meredakan gejala sariawan


Berkumur dengan air garam dipercaya dapat mengatasi peradangan yang disebabkan oleh sariawan. Sebuah studi bahkan menjelaskan bahwa berkumur dengan air garam direkomendasikan sebagai obat alami yang ampuh mengatasi sariawan pada anak-anak.


2. Menjaga kesehatan mulut


Air garam dipercaya mampu membasmi bakteri dari mulut sekaligus menjaga gusi dari penyakit. Hal ini dibuktikan melalui sebuah studi yang menyatakan bahwa manfaat kumur dengan air garam dapat mengurangi jumlah bakteri di dalam air liur. Selain itu, air garam juga dianggap efektif dalam mencegah radang gusi, periodontitis, dan gigi berlubang.


3. Mengatasi radang tenggorokan


Menurut para ahli, berkumur dengan air garam dapat memancing virus penyebab radang tenggorokan untuk keluar dari mulut. Air garam dianggap paling efektif untuk mengatasi radang tenggorokan ringan yang disebabkan oleh penyakit pilek dan flu. Institute for Clinical Systems Improvement dan American Cancer Society bahkan menyatakan bahwa kumur dengan air garam adalah cara alami yang sangat direkomendasikan untuk mengatasi radang tenggorokan.


4. Meredakan reaksi alergi


Perlu diketahui, peradangan pada tenggorokan dapat menyebabkan munculnya reaksi alergi. Namun tenang saja, gejala reaksi alergi akibat radang tenggorokan dengan berkumur air garam. Meski begitu, bukan berarti berkumur dengan air garam dapat mencegah reaksi alergi. Ingat, berkumur dengan air garam hanya dapat meredakan rasa tidak nyaman akibat alerginya saja.


5. Mengobati infeksi pernapasan dan sinus


Infeksi saluran pernapasan, seperti pilek, flu, mononukleosis dan sinusitis (infeksi sinus), ternyata dapat diredakan dan dicegah dengan air garam. Dalam sebuah penelitian, 338 peserta mengalami penurunan risiko terkena infeksi saluran pernapasan atas setelah berkumur dengan air garam.


Sumber :

https://www.sehatq.com/artikel/manfaat-kumur-dengan-air-garam-yang-jarang-diketahui

Dampak Buruk Sering Memakai Headset bagi Kesehatan

 

1. Bisa memicu kerusakan pada otak


Gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh headset memiliki dampak negatif pada kesehatan, yaitu dapat menyebabkan kerusakan kinerja otak kamu. Kenapa bisa? Karena gelombang ini bisa menimbulkan radiasi yang merusak otak. Gejala yang paling sering dirasakan yaitu kepala terasa pusing setelah memakai headset.


2. Pendengaran menjadi terganggu


Suara yang didengar dalam volume yang tinggi dan pemakaian headset dengan waktu yang lama dapat membuat kerusakan pada penjalaran pendengaran pada koklea telinga yaitu merusak sel rambut yang ada pada koklea. Agar hal tersebut tidak terjadi pada pendengaran, sebaiknya kurangi pemakaian headset yang terlalu sering serta pastikan agar volumenya tidak terlalu keras.


3. Telinga mudah terkena infeksi


Headset merupakan salah satu benda yang memiliki kandungan kuman yang sangat tinggi. Ketika memakai headset terlalu lama, maka kuman dan bakteri akan bebas masuk ke dalam tubuh.

Oleh karena itu, kurangi durasi pemakaian headset dan jika ingin menggunakannya, bersihkan headset terlebih dahulu agar telinga tidak mudah terkena kuman dan bakteri.


Sumber :

https://www.idntimes.com/health/fitness/eliza/bahaya-terlalu-sering-memakai-headset-c1c2

Selasa, 22 September 2020

𝐉𝐞𝐧𝐢𝐬 𝐌𝐚𝐬𝐤𝐞𝐫 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐄𝐟𝐞𝐤𝐭𝐢𝐟 𝐌𝐞𝐧𝐜𝐞𝐠𝐚𝐡 𝐕𝐢𝐫𝐮𝐬 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐢𝐧 𝐌𝐚𝐬𝐤𝐞𝐫 𝐁𝐮𝐟𝐟 𝐝𝐚𝐧 𝐒𝐜𝐮𝐛𝐚


𝟭. 𝗠𝗮𝘀𝗸𝗲𝗿 𝗞𝗮𝗶𝗻 𝗠𝗶𝗻𝗶𝗺𝗮𝗹 𝟯 𝗟𝗮𝗽𝗶𝘀𝗮𝗻

Sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan RI, semua orang disarankan untuk memakai masker kain ketika harus bepergian ke luar rumah. Masker kain tetap dapat menghalau sebagian percikan air liur yang keluar saat berbicara, menghela napas, ataupun batuk dan bersin. Tetapi tidak disarankan untuk menggunakan masker kain 2 kali. Jadi, sebisa mungkin cuci masker kain setiap kali selesai memakainya.


𝟮. 𝗠𝗮𝘀𝗸𝗲𝗿 𝗕𝗲𝗱𝗮𝗵

Kebanyakan masker bedah terdiri dari 3 lapisan yang memiliki fungsi berbeda, yaitu:

a. Lapisan luar, yang anti air.

b. Lapisan tengah, yang berfungsi sebagai filter kuman.

c. Lapisan dalam, yang berguna untuk menyerap cairan yang keluar dari mulut.

Meski efektif untuk menghadang virus Corona, karena stoknya yang makin menipis, saat ini masker bedah lebih diutamakan untuk melindungi tenaga medis yang bekerja di pelayanan kesehatan atau orang yang sedang sakit guna mencegah penularan virus ke orang lain.


𝟯. 𝗠𝗮𝘀𝗸𝗲𝗿 𝗡𝟵𝟱

Masker N95 tidak hanya mampu menghalau percikan air liur saja, tapi juga partikel kecil di udara yang mungkin mengandung virus.

Walaupun daya lindungnya lebih baik, masker N95 tidak disarankan untuk penggunaan sehari-hari. Hal ini disebabkan desainnya yang membuat orang yang memakai bisa sulit bernapas, gerah, dan tidak betah memakainya dalam jangka waktu yang agak lama.

Masker ini diutamakan untuk digunakan para petugas medis yang memang kontak secara langsung dengan penderita COVID-19, misalnya dokter dan perawat yang bekerja di ruang isolasi khusus COVID-19 atau di IGD.


𝐋𝐚𝐧𝐭𝐚𝐬 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐩𝐚 𝐦𝐚𝐬𝐤𝐞𝐫 𝐬𝐜𝐮𝐛𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐛𝐮𝐟𝐟 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐞𝐟𝐞𝐤𝐭𝐢𝐟 𝐜𝐞𝐠𝐚𝐡 𝐯𝐢𝐫𝐮𝐬 ?


Hal tersebut karena masker jenis buff dan scuba hanya memiliki satu lapisan, sedangkan masker kain akan lebih maksimal untuk menyaring virus maupun partikel debu jika minimal lapisannya terdiri tiga lapis.


Sumber :

https://www.alodokter.com/inilah-pilihan-masker-untuk-virus-corona


#pmr #pmrsman1pati #smansapati

Sabtu, 12 September 2020

Manfaat Bersepeda untuk Kesehatan

1. Mengendalikan berat badan

Bersepeda adalah cara yang baik untuk mengendalikan atau menurunkan berat badan, karena bersepeda dapat meningkatkan tingkat metabolisme, membangun otot, dan membakar lemak tubuh. Bersepeda membantu Anda untuk memastikan bahwa pengeluaran energi Anda lebih besar daripada asupan energi, karena kalori akan terbakar saat bersepeda.


2. Mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah

Bersepeda secara teratur dapat merangsang dan memperbaiki jantung, paru-paru, sirkulasi darah, dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Bersepeda akan memperkuat otot jantung dan mengurangi kadar lemak dalam darah.


3. Mengurangi risiko kanker

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association menunjukkan bahwa orang yang memiliki tubuh bugar, bahkan di usia tua, berisiko lebih rendah untuk terkena kanker paru dan kanker kolorektal. Studi lain juga menunjukkan bahwa manfaat bersepeda secara teratur dapat mengurangi risiko kanker usus dan payudara.


4. Mengurangi risiko diabetes

Bersepeda adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko diabetes. Sebuah studi di Finlandia menunjukkan bahwa bahwa orang yang bersepeda lebih dari 30 menit per hari memiliki risiko lebih rendah untuk terkena diabetes.


5. Meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan koordinasi otot tubuh

Manfaat bersepeda dapat mencegah mengalami patah tulang akibat jatuh. Meskipun bersepeda tidak secara khusus membantu osteoporosis, namun, bersepeda merupakan bentuk latihan yang ideal bagi penderita osteoporosis, karena bersepeda adalah latihan ringan yang hanya akan memberikan tekanan sedikit kepada sendi.


6. Mengurangi stres

Manfaat melakukan aktivitas fisik, termasuk bersepeda, akan membuat tubuh memprodukdi hormon dopamin yang dapat meningkatkan rasa bahagia sehingga dapat mengurangi stres, atau bahkan depresi.


Sumber :

https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/manfaat-bersepeda-bagi-kesehatan/