Minggu, 09 Oktober 2022

MIDDLE-CHILD SYNDROME

 


MIDDLE-CHILD SYNDROME


Middle child syndrom atau sindrom anak tengah adalah keyakinan bahwa anak tengah dikucilkan atau bahkan diabaikan karena urutan kelahirannya. Menurut banyak orang, beberapa anak mungkin memiliki kepribadian dan karakteristik hubungan tertentu sebagai akibat menjadi anak tengah.


Middle Child Syndrome biasanya muncul karena anak tengah kerap kali tidak dipuji seperti kakaknya atau dimanja seperti adiknya. Alhasil ini yang membuat mereka merasa dikucilkan atau diabaikan. Anak tengah mungkin merasa bahwa tidak ada yang mengerti atau mendengarkan apa yang mereka katakan. Ia juga kerap iri karena kakaknya bisa melakukan hal menyenangkan lebih dulu, sementara semua perhatian di rumah terfokus pada adiknya yang merupakan anak bungsu. 


Jika kamu terlahir sebagai anak tengah, mungkin ada beberapa karakteristik yang umum melekat pada anak tengah, seperti: 

1. Kepribadian

Anak tengah memiliki kepribadian yang sering dibayang-bayangi oleh saudara kandungnya yang lain. Kakak yang lebih tua berkemauan keras, dan adiknya adalah anak yang manja. Kepribadian mereka mungkin diredupkan oleh saudara mereka, sehingga biasanya mereka adalah anak yang pendiam atau pemarah.


2. Hubungan

Anak tengah mungkin mengalami kesulitan merasa setara dengan saudara mereka dalam hubungan orangtua. Kakak yang lebih tua sering kali memikul lebih banyak tanggung jawab, sementara adiknya sangat dimanja oleh orangtua. Anak tengah juga tidak terlalu diperhatikan.


3. Persaingan

Anak tengah sering merasa perlu bersaing dengan adik dan kakaknya untuk mendapatkan perhatian orangtua. Mereka mungkin bersaing untuk mendapatkan perhatian di antara saudara kandung, karena mereka berisiko diabaikan oleh salah satu dari mereka. Namun, terkadang mereka juga bisa menjadi pembawa ketenangan. 


4. Favoritisme

Anak tengah umumnya tidak merasa bahwa mereka adalah anak kesayangan dalam keluarga. Favoritisme mungkin ada untuk anak tertua yang dipandang istimewa, atau untuk anak bungsu yang dipandang sebagai anak yang paling menggemaskan. Anak tengah berada di antara keduanya dan tidak dapat menjadi favorit salah satu orang tuanya.


Sumber : https://www.halodoc.com/artikel/anak-tengah-rentan-terkena-middle-child-syndrome-benarkah

MANFAAT BUAH ARA

 


MANFAAT BUAH ARA


Buah ara atau buah tin (Ficus carica) memiliki rasa yang manis. Jika dilihat sekilas, buah ini tampak mirip dengan buah delima. Namun, kulit buahnya berwarna ungu atau hijau, sedangkan daging buahnya berwarna merah. Buah ara dikenal sebagai salah satu jenis buah dengan kandungan nutrisi tinggi.


Berkat kandungan nutrisi dan antioksidan yang tinggi, buah ara memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, di antaranya:


1. Melancarkan Saluran Pencernaan

Buah ara telah lama digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi masalah pencernaan, seperti sembelit. Kandungan serat dan air dalam buah ara diketahui baik untuk melembutkan tinja dan merangsang pergerakan usus. Buah ara pun diketahui mengandung prebiotik.


2. Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Buah Ara dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung. Hal ini karena buah ara dapat menurunkan tekanan darah dan menjaganya tetap stabil. Selain itu, buah ini juga dapat meningkatkan jumlah kolesterol baik (HDL) dan mengurangi jumlah kolesterol jahat (LDL).


3. Meningkatkan Kekuatan Tulang

Buah ara mengandung kalsium, kalium, dan antioksidan. Kandungan nutrisi tersebut bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tulang. Jika dikonsumsi bersama dengan makanan tinggi kalsium dan vitamin D, buah ara baik untuk mencegah terjadinya pengeroposan tulang atau osteoporosis.


4. Mencegah Kanker

Buah ara adalah salah satu sumber antioksidan yang baik. Zat ini diketahui dapat mengurangi kerusakan sel dan jaringan tubuh akibat radikal bebas, sehingga mengurangi risiko kanker. Penelitian di laboratorium pun menunjukkan bahwa ekstrak daun dan buah ara dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.


Sumber : https://www.alodokter.com/mengenal-berbagai-manfaat-buah-ara

OVERTHINKING PADA KESEHATAN MENTAL

 


OVERTHINKING PADA KESEHATAN MENTAL


Dampak overthinking pada kesehatan mental ternyata cukup membahayakan. Mulai dari ketidakmampuan untuk berpikir positif, menurunnya rasa percaya diri, gangguan tidur, dan membuat sel-sel otak lebih lelah dari biasanya.


Terlalu memikirkan persoalan hidup memang bisa menyebabkan stres dan kecemasan. Lantas, bagaimana dampak overthinking pada kesehatan mental? 

1. Membuat Sel-Sel Otak Lelah

Overthinking dapat menyebabkan sel-sel otak lelah, sehingga membuat kamu sulit untuk fokus sehingga tidak mampu menghasilkan ide kreatif lagi. Overthinking juga dapat memicu stres. Apabila kortisol sebagai hormon stres dikeluarkan terlalu banyak, maka ini dapat merusak dan membunuh sel-sel otak di hipokampus. 


2. Berdampak pada Pola Tidur dan Nafsu Makan

Overthinking bisa membuat orang mengalami susah tidur dan memberikan gangguan pada kontrol nafsu makan. Bisa jadi seseorang yang mengalaminya tidak punya selera makan atau justru malah makan secara berlebihan.


3. Mengganggu Hubungan Interpersonal

Overthinking bisa mengganggu hubungan interpersonal karena terlalu banyak curiga dan kekhawatiran kalau teman, pasangan, ataupun rekan kerja tidak bertindak sesuai dengan yang diharapkan. Pada akhirnya, karena terlalu banyak berpikir hal-hal yang belum pasti, ini bisa memicu kesalahpahaman dan membuat hubungan menjadi renggang.


4. Mengurangi Rasa Percaya Diri

Dampak overthinking lainnya adalah menurunnya rasa percaya diri. Ketika kamu mulai memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi, lalu berpikir kalau orang-orang tertentu punya niat yang tidak baik denganmu. Bila pemikiran-pemikiran semacam ini terus ditanamkan dalam pikiran, ini bisa menjadi bumerang yang menyerang balik rasa percaya diri.


5. Mencegah Berpikir Positif dan Produktif

Overthinking hanya akan menjauhkan kamu dari melakukan hal-hal produktif. Pasalnya, pikiran berlebihan akan membawa pada kemungkinan-kemungkinan terburuk, sehingga kamu tidak akan melakukan aksi ataupun tindakan dengan solusi.


Sumber : https://www.halodoc.com/artikel/5-dampak-overthinking-pada-kesehatan-mental

DAMPAK MENAHAN KENTUT

 


DAMPAK MENAHAN KENTUT


Menahan kentut biasanya dilakukan untuk menghindari rasa malu karena sedang berada di tempat umum. Hati-hati, bila sering dilakukan kondisi ini bisa memicu rasa tidak nyaman, kembung, masalah pencernaan, hingga heartburn.


Menahan kentut biasanya tidak memicu efek atau dampak kesehatan yang serius dan berbahaya. Meski begitu, melepaskan kentut lebih baik daripada terus menahannya, sebab:

1. Menimbulkan Rasa Sakit

Dampak menahan kentut yang paling sering terjadi adalah peningkatan tekanan pada usus yang bisa menjadi menyakitkan. Rasa nyerinya bisa ringan hingga terasa menusuk dan tajam. 


2. Kembung

Kembung terjadi ketika gas terperangkap di dalam usus yang membuat perut menjadi buncit. Tidak hanya dapat membuat kamu tampak seperti seseorang yang kelebihan berat badan, tapi juga membuatmu merasa tidak nyaman dalam berpakaian dan menjadi tidak percaya diri.


3. Menjadi Sendawa

Terkadang, kentut seolah menghilang dengan sendirinya. Ini karena tubuh dapat menyerap kembali gas untuk sementara waktu. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Digestive Diseases and Sciences, gas tetap akan menemukan jalan keluar, jika tidak melalui perut yang terasa kembung, maka gas akan keluar melalui sendawa atau dihembuskan dalam napas. 


4. Risiko Divertikulitis

Dampak menahan kentut yang dilakukan berulang kali dapat meningkatkan risiko divertikulitis. Ini adalah kondisi peradangan atau pembengkakan kantong yang terbentuk di sepanjang saluran pencernaan, biasanya di usus besar, yang berkembang menjadi infeksi. Hasilnya, kamu akan merasa mual, muntah, sembelit, atau nyeri perut.


Sumber : https://www.halodoc.com/artikel/waspada-ini-4-dampak-terlalu-sering-menahan-kentut

KURANG VITAMIN B PICU DEPRESI?

 


KURANG VITAMIN B PICU DEPRESI? 


Vitamin B merupakan nutrisi yang berperan dalam memproduksi bahan kimia otak yang memengaruhi suasana hati dan fungsi otak lainnya. Kekurangan vitamin B, terutama B12 sudah dikaitkan dengan depresi.


Menurut studi kekurangan vitamin B, termasuk B12, memang bisa memicu depresi. Namun, karena depresi adalah kondisi mental yang kompleks, kaitan antara keduanya belum dipahami seutuhnya.


Para peneliti pernah meninjau studi tentang depresi dan status vitamin B12 yang rendah, yang diterbitkan dalam Journal of Psychopharmacology pada 2005. Mereka menemukan bukti substansial bahwa penurunan vitamin B12 berhubungan dengan peningkatan depresi. 


Salah satu kemungkinan hubungannya adalah efek vitamin B12 pada kadar serotonin di otak. Vitamin ini memainkan peran penting dalam mensintesis dan memetabolisme serotonin, bahan kimia yang bertanggung jawab untuk mengatur suasana hati. 


Nah, kadar serotonin yang rendah dipercaya bisa memicu depresi. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa serotonin mungkin memiliki peran yang lebih kecil dalam depresi daripada yang diperkirakan sebelumnya.


Sumber : https://www.halodoc.com/artikel/kurang-vitamin-b-bisa-picu-depresi-cek-faktanya

ACROPHOBIA

 


ACROPHOBIA


Fobia ketinggian atau akrofobia merupakan ketakutan yang berlebihan terhadap ketinggian. Rasa takut yang dialami penderita fobia ketinggian dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti kecemasan, stres, atau panik, saat berada di tempat tinggi. Meski tidak mudah, fobia ketinggian sebenarnya dapat diatasi.


Penderita fobia ketinggian bisa merasakan ketakutan, kecemasan, dan panik yang tidak terkontrol saat berada di ketinggian, meskipun situasinya tidak berbahaya. Reaksi-reaksi lain yang juga dapat muncul adalah gemetaran, dada berdebar, pusing, berkeringat dingin, mual, sesak napas, hingga pingsan.


Pada kondisi yang cukup parah, memanjat tangga untuk memasang tirai, mengganti lampu bohlam, atau membersihkan jendela saja sudah membuat penderitanya ketakutan. Jika sudah demikian, kondisi ini tentu perlu mendapatkan penanganan. Berikut ini adalah beberapa metode pengobatan untuk mengatasi fobia ketinggian:

1. Terapi paparan

Terapi paparan dianggap sebagai salah satu terapi yang paling efektif untuk mengatasi fobia ketinggian. Dalam terapi ini, terapis akan membantu pasien untuk membuka diri secara perlahan terhadap hal yang ditakuti. Terapi ini bisa dimulai dengan melihat gambar dari sudut pandang seseorang di dalam gedung tinggi. Pasien juga mungkin diminta menonton video orang-orang yang melintasi tali, mendaki, atau melintasi jembatan sempit.


2. Terapi perilaku

Terapi perilaku kognitif (cognitive behavior therapy/CBT) adalah salah satu teknik psikoterapi yang paling umum dilakukan untuk mengatasi fobia. CBT cocok bagi penderita fobia ketinggian yang belum siap menjalani terapi paparan. Fokus terapi ini adalah mengidentifikasi dan mengubah pikiran serta reaksi negatif terhadap situasi yang menyebabkan fobia. Dengan menjalani terapi perilaku, pasien akan dibimbing untuk mengalihkan perasaan takut dan mengatasi gejala yang muncul.


3. Konsumsi obat penenang

Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan fobia. Namun beberapa jenis obat, seperti obat pereda cemas dan antidepresan, setidaknya mampu menjadikan penderita fobia ketinggian lebih tenang dalam menghadapi kecemasannya ketika gejala muncul. Meski begitu, penggunaan obat-obatan ini harus mengikuti petunjuk dokter.


Sumber : https://www.alodokter.com/inilah-cara-mengatasi-phobia-ketinggian

MANFAAT TEH HIJAU

 


MANFAAT TEH HIJAU


Manfaat teh hijau bagi kesehatan telah dipercaya sejak dulu. Bahkan, teh hijau disebut-sebut sebagai salah satu minuman paling sehat di dunia dan diyakini dapat mencegah berbagai jenis penyakit. Tak hanya itu, masih banyak manfaat teh hijau lain yang dapat Anda peroleh.


Teh hijau kaya akan kandungan antioksidan yang bermanfaat dalam melawan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Salah satu kandungan antioksidan dalam teh hijau adalah katekin. Senyawa katekin berperan penting dalam menghentikan kerusakan sel-sel tubuh. Jika dikonsumsi secara rutin, teh hijau dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, seperti:

1. Mencegah penyakit jantung dan stroke

Penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke, merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia. Sebuah riset menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau dapat menurunkan kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL).


2. Menghambat pertumbuhan sel kanker

Polifenol merupakan salah satu antioksidan yang terkandung di dalam teh hijau. Senyawa ini dapat menghambat pertumbuhan berbagai jenis sel kanker, seperti kanker kulit, kanker paru-paru, kanker lambung, dan kanker payudara.


3. Mencegah diabetes

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa teh hijau dapat meningkatkan kinerja insulin dan mengurangi kadar gula darah pada penderita diabetes. Oleh karena itu, teh hijau aman dikonsumsi oleh orang yang menderita diabetes.


4. Menurunkan berat badan

Sebuah uji klinis menunjukkan bahwa teh hijau bermanfaat dalam meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar lemak, terutama lemak di bagian perut. Namun, manfaat teh hijau untuk menurunkan berat badan ini tidak berlaku pada orang dewasa yang mengalami obesitas.


5. Menstabilkan tekanan darah

Teh hijau diketahui dapat melemaskan otot-otot di pembuluh darah, sehingga mampu menurunkan tekanan darah. Selain itu, kandungan polifenol di dalamnya juga mampu menurunkan tekanan darah dalam tubuh.


Sumber : https://www.alodokter.com/memetik-manfaat-teh-hijau-untuk-kesehatan