PMR (Palang Merah Remaja) SMA N 1 Pati merupakan wadah bagi para siswa SMA N 1 Pati yang bergerak dalam bidang kemanusiaan, kepedulian, dan tentunya dalam bidang kesehatan.
Minggu, 19 Desember 2021
MANFAAT DAUN BINAHONG UNTUK KESEHATAN
Sabtu, 18 Desember 2021
KAPULAGA
Senin, 13 Desember 2021
MASALAH KESEHATAN DIBALIK MENGUNYAH ES BATU
Apakah Anda mengenal seseorang yang suka mengunyah es batu, atau justru Anda sendiri yang sering melakukannya?
Meski terlihat tidak berbahaya, keinginan dan kebiasaan untuk mengunyah es batu bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan.
Dilansir dari artikel Healthline yang ditelaah secara medis oleh Dr Debra Rose Wilson, 28 September 2018; berikut adalah dua masalah kesehatan di balik kecanduan makan es batu:
1. Anemia Defisiensi Besi
Salah satu masalah kesehatan yang sering kali ditandai dengan kecanduan mengunyah es batu adalah anemia defisiensi besi.
Ini merupakan salah satu tipe anemia di mana seseorang kekurangan zat besi di dalam darah. Padahal, zat besi sangat dibutuhkan dalam pembentukan sel darah merah, dan kekurangan zat besi bisa menyebabkan sel darah merah tidak optimal dalam mengangkut oksigen.
Meski belum diketahui secara pasti, kebiasaan mengunyah es diduga dilakukan oleh orang dengan anemia defisiensi besi untuk mengirim lebih banyak darah ke otak dan menutupi gejala kekurangan oksigen.
2. Gangguan Makan Pica
Dalam dunia medis, kecanduan makan es batu disebut sebagai pagophagia, dan pagophagia merupakan salah satu jenis dari gangguan makan pica.
Untuk diketahui, pica adalah gangguan di mana seseorang tidak bisa menahan dirinya untuk memakan benda-benda yang bukan makanan, seperti es batu, salju, kertas, dan bahkan tanah liat.
Pica bukan disebabkan oleh masalah fisik, melainkan merupakan gangguan jiwa.
Sumber :
https://www.kompas.com/sains/read/2021/10/23/080000923/bahaya-makan-es-batu-bisa-jadi-sinyal-adanya-masalah-kesehatan?page=all&jxconn=1*158dzbe*other_jxampid*d0huMG9ESGxxSEZtYnR5LU9qb3dhZG1aNktabWlnWEd3LWVHLV9heUxtUUwxNTNCQ24wUGJFZTlieWNnS1QtRA..#page2
Sabtu, 11 Desember 2021
POSISI DUDUK YANG BENAR
Senin, 06 Desember 2021
MITOS MATA MINUS
1. Kaca mata harus dipakai terus, kalau tidak akan semakin parah!
Faktanya, kacamata adalah alat bantu penglihatan, namun pemakaian kacamata tidak memengaruhi kesehatan mata. Penggunaan kacamata tidak berpengaruh pada penambahan ataupun pengurangan minus maupun silindris.
2. Operasi laser adalah solusi jitu untuk mengatasi miopi.
Rabuh jauh dapat terjadi jika bola mata terlalu panjang atau kornea terlalu melengkung. Operasi mata dengan laser dapat memperbaiki miopi yang disebabkan oleh kelainan bentuk kornea, tetapi tidak dapat memperbaiki panjang bola mata. Jadi, meski telah menjalani operasi laser, Anda bisa saja masih mengalami rabun jauh apabila bola mata Anda juga terlalu panjang. Namun, setelah bentuk kornea diperbaiki dengan operasi laser, kondisi miopi Anda akan jadi lebih ringan.
3. Melihat objek berwarna hijau dapat mengurangi atau mencegah miopi.
Mengistirahatkan mata dengan cara melihat objek yang jauh di sela-sela aktivitas adalah hal yang baik untuk dilakukan. Objek berwarna hijau, seperti tumbuh-tumbuhan, bisa saja terlihat ketika mata sedang melihat jauh. Memandangi pepohonan hijau memang tidak membantu mengurangi atau membalikkan (mengobati) miopi. Tapi itu membuat kita untuk mengambil jeda untuk melihat ke kejauhan dan karenanya dapat membantu mencegah perkembangan miopi.
4. Miopi disebabkan oleh kebiasaan membaca sambil tiduran.
Kebiasaan membaca sambil tiduran, membaca dalam gelap, dan menonton TV terlalu lama dapat membuat mata Anda harus fokus pada benda-benda yang jaraknya dekat dalam waktu lama. Hal ini akan memaksa mata untuk berakomodasi terus menerus agar bayangan jatuh tepat di retina. Mata yang berakomodasi terus menerus akan menjadi cepat lelah sehingga timbul keluhan-keluhan seperti pandangan menjadi buram, mata perih, sakit kepala, dan lain sebagainya. Namun, keluhan keluhan ini hanya bersifat sementara. Dengan mengistirahatkan mata secara teratur maka keluhan-keluhan ini dapat diatasi.
Sumber : https://www.alodokter.com/10-mitos-seputar-penyakit-rabun-jauh-dan-faktanya
Sabtu, 04 Desember 2021
BAHAYA MAKAN MAKANAN PANAS DAN DINGIN SECARA BERGANTIAN
Tidak ada yang mengalahkan nikmatnya sensasi menyantap makanan panas ditemani segelas es teh atau minuman dingin lainnya. Apalagi jika makanan yang kita konsumsi berkuah dan punya rasa pedas, seperti seblak. Ternyata kebiasaan makan makanan panas dan minuman dingin secara bergantian bisa menimbulkan dampak buruk untuk kesehatan.
Berikut ini penjelasan tentang bahaya makan makanan panas dan dingin secara bergantian :
1. Kerusakan lapisan dentin
Salah satu organ yang paling terdampak akibat kebiasaan tersebut adalah gigi. Hal ini bisa menyebabkan pergerakan cairan pada tubulus dentin gigi, karena perubahan suhu. Dentin merupakan lapisan dalam gigi yang bersinggungan dengan ujung-ujung saraf.
2. Pelemahan saraf gigi
Jika lapisan dentin terkena paparan perubahan suhu ekstrem secara terus menerus, saraf serta jaringan lunak gigi lainnya bisa mengalami pelemahan. Hal ini menyebabkan daya tahan jaringan gigi terus menurun dan terganggu. Keadaan tersebut bisa diperparah karena konsumsi makanan mengandung erosi seperti asam.
3. Menyebabkan gigi sensitif
Kebiasan itu juga menggiring kita ke dalam keadaan gigi sensitif. Saat makan makanan panas, dingin, atau manis, gigi akan langsung terasa ngilu yang sangat tajam.
4. Masalah pencernaan
Minum es setelah menyantap makanan panas juga dapat berdampak negatif terhadap sistem pencernaan. Perubahan suhu ekstrem dari panas ke dingin yang terjadi dalam waktu cepat adalah penyebabnya. Suhu dingin yang masuk ke tubuh dapat mengubah konsistensi makanan yang kita makan, sehingga lebih sulit untuk dicerna.
Sumber :
https://www.idntimes.com/food/dining-guide/putriana-cahya/4-bahaya-makan-makanan-panas-dan-dingin-secara-bergantian-1/full
Rabu, 01 Desember 2021
NANAS BAGI IBU HAMIL
- mengurangi sembelit
- baik untuk kulit dan tulang janin
- mengurangi radang usus besar







